Kenangan Bersama Ocha di Bali

Link Banner

Ini adalah kisah yang terjadi sekitar pertengahan bulan Agustus 2019. Namaku Doni, usia 27 tahun, sudah menikah dan mempunyai satu orang anak berusia 2 tahun. Istriku berusia setahun lebih tua, berparas manis, tinggi langsing dan bisa dikatakan sempurna untuk ukuran seorang ibu beranak satu. Namanya Allena, raji merawat tubuhnya dengan rutin berolahraga, sekalipun itu hanya jogging, stretching dan yoga sederhana beberapa kali dalam seminggu. Kami berdua asli kota Manado dengan paras persis seperti prototype orang Manado pada umumnya yang bisa dibilang ganteng dan cantik diatas rata-rata. Bukan menyombongkan diri, tapi memang Allena istriku adalah primadona di kampus ketika kami masih bareng di bangku kuliah. Tidak sedikit senior-senior, teman seangkatan bahkan dosen yang berlomba-lomba mendekati Allena kala itu namun keberuntungan ada dipihakku. Tidak berbeda dengan istriku semasa kuliah, aku juga dulu terkenal sebagai seorang playboy diangkatan kuliahku karena sering gonta-ganti pacar saking banyaknya perempuan yang mau, hehe. Petualangan cintaku berakhir setelah pacaran dengan Allena dan menemukan kenyamanan dan kesempurnaan cinta seperti lagunya Riski Fabian. Ciieeee.

Setelah menjalani 5 tahun pacaran, bahkan hingga kami wisuda barengan, selanjutnya saya kerja kantoran dan Allena membuka bisnis, kamipun memutuskan untuk menikah dan berkomitmen membangun rumah tangga hingga saat ini. Satu yang membuat aku nyaman dengan Allena yaitu orangnya dewasa dan berpikiran terbuka. Sangat sering kami bertengkar untuk urusan rumah tangga, tapi semua akan bisa terselesaikan ketika bercinta dan saling memuaskan di ranjang. Allena tidak pernah menyimpan dendam dan tidak pernah mengungkit-ungkit kesalahanku ketika bertengkar. Itu yang tidak pernah aku temukan pada pacar pacarku sebelumnya. Dan sepertinya akan sulit untuk menemukan istri seperti Allena yang tegas namun pemaaf. Mungkin salah satu kunci keutuhan rumah tangga adalah sabar dan mampu menahan amarah saat emosi. Tidak jarang pasangan suami-istri akan mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati pasangannya saat sedang marah dan emosi – percayalah ucapan kasar itu akan terus membayang-bayangi hubungan suami-istri. Bukan bermaksud menggurui, tapi apa yang Allena ajarkan ke aku sebagai istri yang bijak terutama dalam bertutur kata dan menahan emosi membuat aku semakin yakin bahwa istriku ini adalah pasangan yang paing tepat, dan aku bersyukur untuk itu. Setelah kelahiran anak pertama kami, kehidupan rumah tangga aku dan Allena terasa semakin sempurna. Sehingga tidak pernah sekalipun terpikir dalam benakku untuk menghianati cinta dan kepercayaan Allena. Setidaknya itu perasaanku sebelum kejadian dalam cerita ini teralami.

Pertemuan dengan sahabat-sahabat karibnya Allena semasa SMA akhirnya merubah segalanya. Allena, Angel, Yolanda, Ocha dan Valen, adalah lima sahabat karib yang sudah berkawan sejak kelas satu SMA sampai kelas tiga SMA. Setelah itu mereka terpisah karena memilih kuliah di kampus yang berbeda-beda. Tiga dari lima sekawan ini (Allena, Angel, Yolanda) sudah menikah dan masing masing mempunyai satu orang anak. Seorang lagi yaitu Ocha sedang dalam persiapan untuk menikah dengan pasangannya di Bali. Sisanya Valen yang hingga saat ini belum mempunyai pasangan yang serius karena mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai pramugari salah satu maskapai penerbangan berbiaya murah di Indonesia. Profesinya yang harus selalu mobile, terbang dari satu kota ke kota lain mungkin yang membuat Valen tidak pernah langgeng dengan pacarnya.

Dibanding teman teman yang lain, Angel adalah yang paling sering bertemu dengan Allena, karena rumah kami emang berdekatan. Entah itu jalan jalan di mall, atau sekedar main kerumah, intensitas pertemuan mereka sangat sering, bahkan kedua sahabat ini sudah saling menganggap saudara sendiri. Akupun cukup akrab dengan Angel dan suaminya. Sedikit gambaran tentang Angel : putih bersih khas perempuan keturunan tionghoa, tinggi sekitar 160 cm, semok cenderung chubby namun menurutku yang paling cantik dari mereka berlima. Orangnya simpel dan sedikit cuek, termasuk dalam urusan berpakaian. Beberapa kali waktu berkunjung kerumah, Angel hanya menggunakan kaos oblong kegedean dan celana hotpants menampilkan pahanya yang putih mulus. Nah biasanya kalau berkunjung kerumah kami Angel membawa anaknya untuk main bareng anakku yang seumuran. Pernah payudara Angel terlihat samar samar saat dia membungkuk waktu ngangkat anaknya yang belajar merangkak di lantai. Angel mempunyai buah dada yang tidak terlalu besar sehingga putingnya cukup mudah untuk terlihat dibalik BH melalui kerah rendah kaos oblongnya waktu menunduk. Sebagai laki-laki normal mantan playboy tentunya melihat pemandangan seperti itu membuat Penis mengeras. Jujur aku seorang hiperseks, gampang horny dan maniak dengan segala sesuatu yang berbau seks. Biasanya setelah melihat hal-hal indah seperti tadi, langsung aku lampiaskan ke istri diatas ranjang. Entah istriku menyadarinya atau tidak, selalu setelah Angel berkunjung kerumah aku pasti berapi api mengajaknya bercinta, dan biasanya akan lebih hot dan bisa berulang ulang mainnya. Aku sering membayangkan bercinta dengan Angel meskipun penisku sedang menjelajah vagina Allena. Hanya sampai di imajinasi, cukup membayangkan aja udah nikmat – untuk berbuat lebih tidak pernah terlintas dibenakku.

Kembali ke inti cerita, hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019 Ocha akan menggelar pernikahan di Bali. Ocha sendiri lulus di salah satu universitas swasta di Bali dan melanjutkan karirnya di bidang perhotelan. Calon suami yang akan dinikahinya adalah pemilik hotel tempatnya bekerja. Seperti yang sudah sudah, biasanya sahabat karib ini (termasuk istriku) punya ritual khusus sebelum hari pernikahan. Mereka menyebutnya (dalam bahasa Manado) “malam bakupas” – aku mengetahuinya setelah kejadian ini. Bagi yang belum tahu, sebenarnya arti malam bakupas (budaya orang Manado) adalah malam sebelum acara pernikahan, dimana semua teman, saudara dan kerabat akan gotong royong bantu membantu segala keperluan acara termasuk urusan konsumsi yang akan dihidangkan. Bakupas dalam bahasa Indonesia adalah mengupas/membersihkan rempah rempah seperti bawang bawangan, kacang kacangan, dll. Tapi ternyata malam bakupas versi Allena dan teman temannya itu lain daripada yang lain.

Istriku menyampaikan rencana untuk menghadiri acara pernikahan Ocha di Bali. Akupun menyambut dengan bahagia. Kupikir karena acaranya hari Sabtu, kami akan berangkat Jumat dan kembali hari Minggunya. Tapi ternyata maunya Allena kami ke Bali empat hari sebelum pernikahan Ocha. Lha kenapa ? tanyaku. Kata Allena, udah janjian dengan teman temannya untuk mengadakan acara special. Yasudah, akhirnya akupun meminta izin dari kantor, anggap aja sekalian liburan melepaskan diri dari kepenatan pekerjaan kantor. Menjelang keberangkatan, baru aku tahu kalau ternyata kami berangkat bareng Angel dan anaknya. Itupun baru kuketahui setelah Allena minta tolong untuk mampir menjemput Angel dirumahnya sebelum ke bandara karena suami Angel baru bisa menyusul ke Bali hari Jumat (H-1). Jadilah aku pria satu-satunya yang terpaksa harus jadi kuli dadakan, mengangkat koper-koper milik Allena dan Angel, termasuk packingan stroller buat bayi-batita kecil ini. Perjalanan yang cukup melelahkan namun membekas di ingatan. Betapa tidak, selama dua jam lebih penerbangan dari Bandara Manado ke Bandara Denpasar aku dipuaskan dengan pemandangan indah dimana Angel dengan cueknya menyusui anaknya tanpa merasa risih ada aku di sebelahnya. Kami dapat seat di barisan depat, tepatnya 2A, 2B dan 2C. Angel dan anaknya duduk disamping jendela (2A), istriku duduk di sisi gang (2C) dengan alasan biar gak ribet pas mau ke WC. Jadilah aku duduk diantara Allena dan Angel.

Anakku sudah terbiasa minum susu formula, jadi saat pesawat take off udah dipersiapkan sebotol susu biar gak rewel karena perubahan tekanan udara yang mengharuskan bayi, anak-anak bahkan orang dewasa untuk menggerakkan rahang mulut seperti mengunyah. Kalau tidak, bisa bisa mengalami gangguan pendengaran. Cukup lama aku fokus memastikan kalau anakku minum susu dengan lancar sampai tertidur, baru kusadari kalau Angel sedari tadi menyusui anaknya tanpa ditutup kain seperti biasanya. Seketika aku kaget dan melihat ekspresi Angel yang santai seperti tidak terjadi apa-apa. Alih-alih mengatasi salting, aku malah sok-sokan main dan bercanda dengan anaknya yang saat itu belum tidur. Kucubit pipi mungil anaknya Angel yang membuat aku semakin jelas memandangi payudara mungil milik mamanya. Tidak gede – malah sangat kecil untuk ukuran body Angel yang semok. Tapi itu yang aku suka. Aku pecinta tocil. Kupastikan istriku tidak mengetahui kalau aku sedang menikmati pemandangan indah diatas ketinggian 35.000 ft. Benar saja, istriku tertidur. Kembali kupalingkan pandangan kearah Angel untuk memanfaatkan kesempatan yang langka. Payudara yang selama ini jadi imajnasi saat bercinta dengan istri, bahkan bahan colianku juga, kini terpampang nyata didepan mataku. Jantung semakin berdebar debar ketika Angel merubah posisi berbaring anaknya untuk mengganti menyusui di payudara sebelah kanan. Otomatis payudara kiri lepas dari hisapan anaknya dan menampilkan puting cokelat kemerahan yang menantang. Anehnya payudara Angel tidak menggantung layaknya payudara ibu menyusui, malah padat berisi dan membusung kedepan. Sungguh indah kenikmatan ini. Setelah beberapa saat bebas dinikmati, akhirnya Angel merapikan BH nya dan sedikit merapatkan kancing baju. Terjadi turbulensi kecil yang menimbulkan suara pip serta pengumuman dari pramugari untuk mengencangkan sabuk pengaman. Sontak istriku terbangun dan akupun bersikap senormal mungkin tanpa sekalipun menoleh kea rah Angel biar istriku gak curiga.

Setelah kejadian itu aku semakin sering memandangi Angel dan mengagumi keindahan tubuhnya. Saat itu Angel menggunakan celana jeans seksi super ketat dan juga kaos yang tidak kalah ketatnya menampilkan bayang samar cetakan BH. Tubuh semok berisi dengan lekuk yang indah semakin menghipnotis akal sehatku. Seperti biasanya, aku horny banget. Tidak sabar untuk cepat-cepat check in dan menggauli istriku sambil membayangkan Angel. Tiba di hotel sekitar pukul 6 sore kami langsung dijamu dengan hidangan makan malam yang sudah diatur oleh Ocha dan calon suaminya – yang adalah pemilik hotel tersebut. Makan malam yang romantis dibawah sinar cahaya dari lampu yang remang remang. Allena, Angel dan Ocha tampak bahagia sekali bisa bertemu dan merekapun ngobrol panjang lebar sambil aku mengawasi anak anak di area bermain. Dirasa sudah cukup malam dan melihat kondisi anak anak yang mulai kelelahan hampir tertidur, Ocha mempersilahkan kami untuk beristirahat di kamar yang sudah disediakan. Satu kamar untuk aku dan Allena, satu kamar untuk Angel dan suaminya. Setelah seharian menempuh perjalanan tentunya badan terasa lengket dan gerah. Kamipun memutuskan untuk mandi bareng. Salah satu kesukaan Allena adalah oral-sex saat sedang mandi. Kami sudah sering melakukannya baik di bathtub maupun dibawah guyuran air shower.

 

Segera saja kulucuti pakaian Allena, mulai dari baju, celana hingga pakaian dalamnya. Kami berdua sudah telanjang sambil berjalan menuju kamar mandi. Aku mulai dengan menyabuni tubuh indah istriku, sambil mengusap-usap area sensitive seperti lehernya yang jenjang, dua payudara yang kenyal, turun ke perut hingga tiba di selangkangan istriku. Allena adalah tipe perempuan yang rajin mencukur bulu di Vagina. Entah kenapa Allena merasa kurang percaya diri ketika area vaginanya ditumbuhi bulu. Jadilah vagina istriku selalu mulus tanpa rambut. Hal ini memudahkan lidahku untuk mencapai klitorisnya. Kuarahkan lidahku memutar searah jarum jam dengan sentuhan lembut diujung lidah. Allena mulai mendesah dan bergetar-getar nikmat. Lama menikmati vagina Allena yang mulai terasa asam pertanda cairan kenikmatannya mulai keluar, kamipun berganti posisi. Kini aku berdiri dan Allena jongkok sambil mulutnya yang indah mengulum penisku yang sedari tadi tegang mengingat ingat kejadian di pesawat. Lidah Allena menari nari menyusuri setiap lekuk penisku sampai akhirnya tertahan ketika bel berbunyi berbarengan dengan ketokan pintu. Kenapa harus disaat seperti ini, pikirku membatin yang tak rela menghentikan aktifitas saling memuaskan ini. Tapi jika dibiarkan bel terus berbunyi bisa bisa anak kami yang sedang tertidur pulas jadi terbangun dan malah akan tambah ribet lagi jadinya.

Akhirnya aku dengan hanya berbalut handuk pergi mengecek siapa yang ada dibalik pintu melalui lubang pengintai. Ternyata Angel sambil menggendong anaknya. Segera kuberitahu Allena bahwa yang mengetuk adalah Angel. Gimana ? dibuka gak ? tanyaku. Ya iyalah, kali aja ada yang penting, jawab Allena. Spontan akupun membuka pintu tanpa terpikir sebelumnya bahwa saat itu aku masih dalam keadaan telanjang ditutupi handuk mini sebatas paha. Angel tampak terkejut namun tak mengurungkan langkahnya untuk menerobos masuk menuju tempat tidur. Anaknya dibaringkan disamping anakku yang sedang tidur sambil bertanya, Allena mana ?, tuh lagi mandi, jawabku. Terus kamu lagi ngapain ? tanya Angel. Aaa..aa..aku ya lagi mandi juga tapi kamu ngetuk pintu, balasku terbata bata. Ciieee mandi bareng, ngapain aja di dalam ?, ujar Angel sambil senyum senyum nakal. Ssssttt ada aja! Timpalku sambil kembali masuk ke kamar mandi dengan membawa masuk pakaian Allena. Istriku akhirnya keluar dari kamar mandi dengan sudah berbusana lengkap sambil aku meneruskan mandi dengan kondisi kentang. Coli gak ? coli gak ? gak usah deh, mending pejunya disimpan buat di ranjang.

Pa, Angel tidur di kamar kita gak apa apa ya ? kan Rico (suami Angel) nanti datang hari Jumat, dia takut tidur hanya berdua dengan ade. Boleh ya ? tanya Allena sedikit memelas. Iya boleh, gak apa apa, balasku. Tapi dalam hati sedikit jengkel karena udah berencana menghabiskan malam ini untuk bercinta dengan Allena. Bisa bisa zonk lagi kalau ada Angel tidur disini. Sekarang posisinya Allena, Angel dan anak-anak kami tidur di tempat tidur Super King Size ukuran 200 x 200, sementara aku tidur di sofa. Hampir satu jam aku berbaring tanpa bisa tertidur. Galau dalam kondisi kentang, kalau tahu bakal jadi begini mending tadi udah coli aja di kamar mandi, pikirku dalam hati. Hingga tiba tiba Allena bangun dan menghampiri aku di sofa dengan posisi menindih dari atas. Bibirnya langsung melumat bibirku dengan ganas, lidahnya bermain silat dengan lidahku. Entah apa yang ada di pikiran Allena saat itu. Apa mungkin dia kasihan karena tahu nafsuku tak tersalurkan ataukah Allena juga lagi horny ? aku gak tahu mana yang benar, tapi yang jelas saat ini Allena sudah semakin buas melumat bibirku sambil tangannya menggosok gosok penis yang perlahan menuju ereksi maksimal. Mah, tunggu dulu, disitu kan ada Angel, bisikku di telinga Alena. Tenang aja, dia udah tidur, balas istriku.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan akupun menikmati saat-saat yang ditunggu-tunggu. Tidak sulit menelanjangi Alena karena istriku ini hanya menggunakan daster tanktop tanpa dalaman dan kaos kaki panjang menutupi betis indahnya. Ternyata dia udah mempersiapkan dari sebelumnya. Entah kapan Allena mencopot BH dan celana dalam, akupun gak memperhatikan. Yang jelas inilah saatnya. Kuarahkan Allena untuk duduk diatasku sambil Vaginanya menelan penisku. Allena tampak dengan lincah bergerak naik turun sehingga penisku keluar masuk vaginanya yang mulai becek dan licin. Biasanya untuk sampai di titik ini kami perlu pemanasan dan saling cumbu. Tapi entah kenapa malam ini Allena cepat banget terangsang dan ritmenya sangat cepat. Tak mau cepat cepat menyelesaikan pergulatan, akupun meminta ganti posisi. Allena menungging di sofa sambil penisku dimasukkan dengan gaya Doggistyle. Bunyi gesekan Vagina dan Penis yang lembab terdengar sangat jelas. Kami tidak lagi menghiraukan keberadaan Angel dikamar ini, hingga tiba tiba terdengar pintu kamar mandi yang tertutup. Aku dan Allena saling memandang dan kemudian menoleh ke tempat tidur. Ternyata Angel udah bangun dan tadi jalan ke kamar mandi. Sudah pasti Angel melihat aktifitas kami di sofa yang kebetulan dekat dengan lampu tidur di sudut ruangan. Entah kenapa aku malah tambah horny dan terangsang menyadari bahwa persetubuhan aku dan Allena ini disaksikan langsung oleh Angel, bunga fantasiku selama ini. Dalam hati bertanya tanya, mungkinkah Angel bisa ikut terangsang melihat kami bersetubuh ?.

Beberapa menit kemudian moment yang ditunggu datang juga, Angel keluar dari kamar mandi dan terlihat dengan sengaja memalingkan pandangannya kearah dinding tanpa mau mengisyaratkan bahwa dia melihat aktifitas kami. Angel langsung berbaring di tempat tidur sambil menutup badannya sebatas leher dengan selimut. Nafsuku udah di puncak, kami kembali fokus pada persetubuhan suami istri yang kali ini sensasinya berbeda dengan biasanya. Sepertinya Allena udah berkali kali orgasme dengan posisi doggistyle, spermaku udah diujung penis sebelum akhirnya kucabut dan keluar dari dalam Vagina. Aku belum mau mengakhiri pertandingan ini. Sengaja kuistirahatkan penisku untuk menetralisir sperma yang hampir keluar. Kubaringkan Allena di sofa sambil kedua pahanya mengangkang membuka vagina indah yang dengan buas kujilat klitorisnya hingga Allena mengerang kenikmatan. Seketika kupandang kondisi tempat tidur, ya benar! Angel ikut terangsang dan dengan jelas terlihat ada aktifitas dibalik selimut yang menutupinya. Isyarat mata dan bibir Angel sudah sangat familiar karena persis seperti ekspresi istriku waktu masturbasi. Waaah Anggel masturbasi! Seketika sensasi segar namun aneh merasukiku, aku terangsang berkali kali lipat mengetahui Angel sedang masturbasi menikmati live show persetubuhan aku dan Allena. Sontak penisku kembali tegang maksimal, kumasukkan penis panjang dan besar ini kedalam vagina indah istriku yang masih becek dan licin. Dengan gaya missionaries kugenjot Allena hingga istriku ini tak mampu menahan erangannya. Allena teriak dengan hebatnya. Tapi tunggu dulu! Sepertinya aku mendengar erangan yang bersahut sahutan. Siapa lagi kalau bukan Angel yang ikut mendesah tak mampu membendung kenikmatan yang diciptakannya sendiri.


Kini kusetubuhi istriku diatas sofa dengan posisi dia dibawah dan aku diatas. Dengan posisi ini memungkinkanku untuk leluasa memandangi tempat tidur dimana Anggel sedang terbaring nikmati. Aku perhatikan selimut yang menutupi tubuh Angel perlahan lahan turun kebawah hingga akhirnya jatuh. Luar biasa kenikmatan malam ini. Setelah di pesawat aku puas menikmati payudara mamah mudah cantik idolaku ini, akhirnya malam ini aku bisa menikmati bagian bawahnya yang telanjang. Celana Anggal udah copot, tersisa celana dalam yang sudah turun hingga ke betis. Sangat jelas aku melihat jari jari lentiknya menggosok gosok Vagina mungil dengan selangkangan yang terbuka lebar. Kini Angel dengan leluasa masturbasi, memasuk masukkan jarinya ke Vagina sambil terang terangan mengarahkan pandangan kearah aku yang sedang menunggangi Allena. Tidak lebih dari lima menit aku menahan gejolak kenikmatan hingga akhirnya crottt didalam Vagina Allena. Ronde yang kedua ini bukan lagi tubuh Allena yang aku nikmati tapi pemandangan nakal Angel yang udah telanjang memainkan Vaginanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenangan Bersama Ocha di Bali"

Posting Komentar

close
Pasang Iklan Disini